Pengaruh Teknologi

Dampak dari adanya perkembangan teknologi semua sudah dapat merasakan,mulai dari kecanggihan video audio, pesawat televisi, air conditioner, telepon seluler,ipod, komputer sampai peralatan rumah tangga. Hampir semua komoditas tersebutmenawarkan kemanjaan terhadap tiap inci dari tubuh manusia yang juga kelihatannyasetiap saat membutuhkan sentuhan-sentuhan kemanjaan tersebut. Tidak sedikitmasyarakat yang kalang kabut karena AC tidak jalan, handphone tidak ada sinyal,komputer hang, email yang diblokir, sampai pemanas air yang tidak berfungsi. Sangatlahpanjang jika disebutkan satu per satu, tetapi yang jelas produk-produk tersebut jikaterdapat gangguan membuat situasi menjadi tidak nyaman dan kerja menjadi sangat tidakmenggairahkan. Ini artinya betapa ketergantungan terhadap teknologi semakin lamasemakin mencengkram dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada salahnya untuk mencermati dan waspada, karena dengan berbagaikemudahan yang ditawarkan sedikit demi sedikit telah mengubur kemampuan manusia,mematikan kerja psikomotorik, serta intuisi menjadi tidak tajam lagi. Padahal semua tahubahwa ketajaman intuisi sering memberikan hasil di luar yang diperkirakan. Jika intuisitidak terasah dengan adanya kemudahan tersebut, ibarat keterampilan jika tidak seringdipergunakan maka semakin lama menjadi tidak terampil lagi.
Tanggung jawab dibebankan pada minimal diri sendiri, keluarga, lingkunganmasyarakat dan pemerintah untuk memberikan harmonisasi melalui tambahan pendidikandan keterampilan yang mampu mengasah ketajaman intuisi tersebut. Intuisi dapatmengalahkan kecanggihan teknologi, dan intuisi sarat dengan nilai-nilai kemanusiaanyang semestinya terus dipupuk, dan dikembangkan untuk sebuah kehidupan yang ideal.Sementara dampak teknologi telah mulai terasa dengan menyusutnya rasa kekeluargaandan kebersamaan. Sebuah rumah tangga bisa jadi bukan merupakan sebuah tempattinggal, karena di dalamnya sudah tidak terdapat kehangatan. Orangtua sibuk denganpekerjaannya, sehingga tidak sempat bercengkerama dengan anggota keluarga, di pihaklain anak-anak sibuk dengan permainan video game, televisi dan ber-SMS-ria. Akhirnyakontak kemanusiaan di dalam rumah tangga tersebut menjadi kering, tidak memilikisukma, dan rumah hanya menjadi sebatas tempat persinggahan yang selanjutnyaditinggalkan tanpa memberikan kesan apa-apa. Kondisi ini jelas bukan menjadi rumahtangga yang didambakan.
Kecenderungan seperti ini mestinya sudah terdeteksi sejak awal, dan ada upayauntuk mengarahkan pada rel yang seharusnya dari seluruh lingkungan keluarga sendiri.Dampak lain dari kemajuan teknologi telah melahirkan budaya plagiat mulai dari tempe,tahu, batik, lagu, karya ilmiah, sampai dengan budaya yang diklaim oleh pihak lain. Initidak lain karena kemajuan teknologi tidak seimbang dengan kedewasaan berpikir,akhirnya saling melempar tanggung jawab dan bermuara pada menipisnya nilaisolidaritas dan kemanusiaan umat. Semoga semua mata terbuka, bukan hanya untukmelihat, tetapi mencermati keganjilannya serta berupaya untuk memperbaikinya.
Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnisyang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktisdan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskandengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihaksecara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatanini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pulasebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara)yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat.Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan moderendari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnyaperistiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah,bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.

Source :
Mulyana, dedi. 2003. Komunikasi Antar Budaya. PT. Rosda Karya, Bandung. McQuail,
Denis. 1991. Teori Komuinikasi Massa. PT Gelora Aksara Pratama. Jakarta.

Tags: , ,

About author

Curabitur at est vel odio aliquam fermentum in vel tortor. Aliquam eget laoreet metus. Quisque auctor dolor fermentum nisi imperdiet vel placerat purus convallis.